Pengertian Administrasi Negara



Pengertian Administrasi Negara


Jurusan Ilmu Administrasi Negara menjadi salah satu jurusan yang menjadi tempat kesasarnya para mahasiswa. Ya, teman-teman saya sejurusan banyak yang mengaku nyasar masuk Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Kenapa bisa begitu? Umumnya kita akan melihat jurusan dari namanya, begitu pula dengan Jurusan Ilmu Administrasi Negara (JIAN). Kebanyakan dari kita melihat JIAN dengan menitik beratkan pada kata “administrasi”. Tidak salah memang, karena “administrasi” adalah kata intinya.
Namun kesalahan yang sering kita lakukan adalah mengartikan kata “administrasi” dalam JIAN dengan hal-hal yang berbau kantor, pembukuan, atau tata usaha. Tidak ada salahnya memang, karena perkataan administrasi yang lazim dikenal dan dipakai oleh sebagian besar orang Indonesia dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk menunjukan pekerjaan tulis menulis (clerical work) dikantor-kantor. Namun pengertian ini sangatlah sempit dan bukan yang dimaksudkan “administrasi” di dalam JIAN. Pengertian sempit di atas diambil dari makna administrasi bahasa Belanda (administrtatie) yang lebih menekankan pada kegiatan tulis menulis. Maklum saja, karena kita lebih lama hidup dalam penguasaan Belanda jadi makna administrasi yang sempit itu masih pergunakan pada umumnya.
Lalu makna kata “administrasi” dalam JIAN itu sendiri apa? Nah kata “administrasi” dalam JIAN itu sendiri diambil dari negeri paman Sam sana, administration. Chandler & Plano dalam Bukunya The Public Administration Dictionary mengatakan bahwa administrasi adalah proses bagaimana kebijakan itu di implementasikan. Administrasi publik berfokus pada penegakan hukum, proses pembuatan akan menerapkan peraturan dan regulasi. Menyelenggarakan kebijakan publik. Tujuan Administrasi Publik adalah non profit yang ditujukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat, yang berbeda dengan Administrasi Private (swasta) yang bertujuan untuk profit.
Administrasi Publik terkait dengan lembaga-lembaga Negara sebagai pelaksana fungsi eksekutif, legislative dan yudikatif dalam penyelenggaraan kepentingan publik. (Administrasi dalam arti luas). Komponen utama Administrasi Publik: organisasi, personalia dan keuangan yang bertujuan dalam pemecahan masalah dalam ketiga masalah tersebut. (Adm.dalam arti sempit).
Loci & Foci-nya ialah:
Loci
  • Pegawai Negeri
  • Organisasi Publik
  • Elemen-elemen governance
  • Masyarakat (klien, komunitas, warga negara)
Foci
  • Perilaku Organisasi
  • Struktur dan proses organisasi
  • Manajemen
  • Pengembangan good governance
  • Sistem Pelayanan Publik
  • Proses Kebijakan Publik
Jadi makna “administrasi” disini lebih mengarah pada kebijakan, pemerintahan, dan negara. Bukan mengarah pada catat mencatat, kantor ataupun tata usaha. Oleh karena itu di Amerika dan negara-negara barat lainnya, makna administrasi sendiri sudah cukup menjelaskan bahwa ada konotasinya dengan negara atau publik, sehingga tidak lazim digunakan kata negara (state) untuk disandingkan dengan kata administrasi. Misalnya administrative atau administratief saja, kita sering mendengar istilahObama Administration (pemerintahan Presiden Obama). Sedangkan di Indonesia, karena pemahaman yang tercermin dimasyarakat masih berkutat pada makana perkantoran, tulis menulis, tata usaha, dan lain-lain, maka kata negara dibutuhkan untuk menjelaskan bahwa administrasi yang dimaksud mengarah ke kata kunci tersebut (negara).
Read More >>

15 Kesalahan Saat Memakai Kondom

15 KESALAHAN SAAT MEMAKAI KONDOM

Meski terlihat mudah dan sepele, ternyata tidak semua pria dan wanita selalu dapat memakai kondom dengan benar saat berhubungan intim. Padahal, jika digunakan dengan benar, kondom dapat mencegah kemungkinan kehamilan sampai 98 persen dan mencegah penyakit menular seksual. 

Para peneliti dari Indiana University Amerika Serikat belum lama ini melakukan kajian terhadap  50 studi tentang penggunaan kondom dalam kurun waktu 16 tahun terakhir. Hasil riset tersebut menemukan sejumlah daftar kesalahan yang sering dilakukan pasangan saat menggunakan kondom. Berikut ini adalah 15 daftar kesalahan penggunaan kondom seperti dilansir MensHealth:

1. Telat pakai kondom 

Penelitian menunjukkan bahwa antara 17 hingga 51,1 persen pria baru memakai karet kondom setelah melakukan hubungan seks. Hal ini tentu akan mengurangi efektivitas fungsi kondom terutama dalam mencegah penularan penyakit seksual.




2. Melepas kondom saat masih berhubungan seks
Hasil temuan memperlihatkan, antara 13,6 hingga 44,7 persen dari relawan yang terlibat dalam peneltian mengaku melepas kondom sebelum selesai melakukan hubungan intim.

3. Membuka sepenuhnya gulungan kondom sebelum dipakai
Fakta penelitian menunjukkan, ada sekitar 2,1 - 25,3 persen peserta penelitian yang mengaku sudah lebih dulu membuka gulungan kondom sepenuhnya sebelum melakukan hubungan seks.
4. Tidak menyisakan ruang di ujung kondom

Laporan menunjukkan, ada sekitar 24,3-45,7 persen pria lupa untuk menyisakan ruang di ujung kondom sebagai tempat untuk cairan sperma.

5. Tidak mengeluarkan udara dari dalam kondom

Hasil survei juga menemukan bahwa sebanyak 48,1 persen perempuan dan 41,6 persen pria tidak menekan atau mengeluarkan udara yang ada di dalam ujung kondom sebelum digunakan.

6. Kondom terbalik

Antara 4 dan 30,4 persen dari peserta studi dilaporkan salah dalam mengenakan kondom, tetapi kemudian mereka membaliknya lagi dan tetap melanjutkan pemakaian kondom tersebut.

7. Gagal membuka gulungan kondom dengan sempurna
Ketika peneliti melacak lagi hubungan seks terakhir yang dilakukan peserta studi, diketahui ada  sekitar 11,2 persen perempuan dan 8,8 persen pria mulai melakukan hubungan seksual sebelum gulungan kondom terpakai sempurna.
8. Terkena benda tajam

Diketahui ada sekitar 2,1 sampai 11,2 persen pria telah membuka bungkus kondom menggunakan benda tajam. Permasalahannya adalah apabila benda yang Anda gunakan cukup tajam untuk merobek bungkus kondom, maka ada kemungkinan kondom akan ikut tersobek.

9. Tidak jeli melihat kerusakan kondom
Saat membuka kondom dari kemasannya, 82,7 persen perempuan dan 74,5 persen pria melaporkan bahwa mereka gagal untuk memeriksa kerusakan kondom sebelum digunakan. Apa yang harus dilakukan? Pastikan bungkus kondom tidak dalam kondisi robek dan lihat tanggal kedaluwarsa.

10 Tak menggunakan pelumas
Antara 16 persen dan 25,8 persen orang melaporkan telah menggunakan kondom tanpa pelumas. Mengapa ini bisa menjadi masalah? Karena, jika Anda berhubungan seks untuk jangka waktu lama, kondom tersebut lebih mungkin untuk robek jika tidak memakai pelumas.

11. Komplikasi pelumas
Sekitar 3,2 persen wanita dan 4,7 persen pria dilaporkan menggunakan pelumas berbahan dasar minyak dengan kondom lateks. Pelumas dengan bahan dasar tersebut justru akan melemahkan lateks, yang dapat membuat kondom rentan terhadap kerusakan.

12. Salah menarik kondom

Hampir 31 persen pria dan 27 persen wanita melaporkan bahwa pasca melakukan hubungan seks, mereka gagal untuk menarik kondom setelah ejakulasi.

13. Menggunakan kondom secara berulang
Riset menemukan, antara 1,4 hingga 3,3 persen orang menggunakan kondom bekas pakai. Kondom yang sama digunakan setidaknya dua kali selama melakukan hubungan seksual. 
14 Salah penyimpanan

Temuan menunjukkan, antara 3,3 hingga 19,1 persen peserta yang terlibat dalam studi menyimpan kondom di tempat yang tidak sesuai sebagaimana yang tertera pada kemasan. Hindari untuk menyimpan kondom di dompet dan jangan simpan di tempat yang terkena sinar matahari.

15. Tidak memakai kondom sama sekali


Kesalahan yang terakhir ini sebenarnya bukan bagian dari penelitian. Tetapi, tidak ada salahnya untuk ditambahkan dalam daftar. Menurut survei terbaru dari National Survey of Sexual Health and Behaviordi Amerika Serikat, hanya 45 persen pria usia 18-24 tahun yang menggunakan kondom saat berhubungan seks dengan pasangan. Bahkan, survei juga menemukan hanya 29,3 persen pria berusia 25-34 tahun yang memakai kondom dan hanya 21,3 persen pria usia 35-44 tahun yang menggunakan kondom.
Read More >>

Pengangguran

Pengertian Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

Jenis & macam pengangguran

Berdasarkan jam kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:
  • Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  • Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  • Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:
  • Pengangguran friksional (frictional unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
  • Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
  • Pengangguran struktural (structural unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
  1. Akibat permintaan berkurang
  2. Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi
  3. Akibat kebijakan pemerintah
  • Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, pedagang durian yang menanti musim durian.
  • Pengangguran siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
  • Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
  • Pengangguran siklus
Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian karena terjadi resesi. Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).

Penyebab Pengangguran

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

CARA MENGATASI PENGANGGURAN

Sebagai solusi pengangguran yang semakin menumpuk berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh, untuk itu beberapa kebijakan yang diperlukan adalah sbb:
  1. Pemerintah memberikan bantuan wawasan, pengetahuan dan kemampuan jiwa kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupabimbingan teknis dan manajemen memberikan bantuan modal lunak jangka panjang, perluasan pasar. Serta pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan andal bersaing di bidangnya. 
  2. Mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan lingkungan usaha yang menunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha kecil dan menengah yang mampu mengembangkan usaha, menguasai teknologi dan informasi pasar dan peningkatan pola kemitraan UKM dengan BUMN, BUMD, BUMS dan pihak lainnya. 
  3. Segera melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia. 
  4. Segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Seperti PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) Dengan membangun lembaga itu, setiap penganggur di Indonesia akan terdata dengan baik dan mendapat perhatian khusus. Secara teknis dan rinci 
  5. Segera menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri. Hal itu perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif untuk menciptakan lapangan kerja. 
  6. Mengembangkan sektor pariwisata dan kebudayaan Indonesia (khususnya daerah-daerah yang belum tergali potensinya) dengan melakukan promosi-promosi keberbagai negara untuk menarik para wisatawan asing, mengundang para investor untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan yang nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja daerah setempat. 
  7. Melakukan program sinergi antar BUMN atau BUMS yang memiliki keterkaitan usaha atau hasil produksi akan saling mengisi kebutuhan. Dengan sinergi tersebut maka kegiatan proses produksi akan menjadi lebih efisien dan murah karena pengadaan bahan baku bisa dilakukan secara bersama-sama. Contoh, PT Krakatau Steel dapat bersinergi dengan PT. PAL Indonsia untuk memasok kebutuhan bahan baku berupa pelat baja. 
  8. Dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk (meminimalisirkan menikah pada usia dini) yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan kerja baru atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan penduduk padat ke daerah yang jarang penduduk dengan difasilitasi sektor pertanian, perkebunan atau peternakan oleh pemerintah. 
  9. Menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Perlu seleksi secara ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri. Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil. Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah. 
  10. Segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang berorientasi kompetensi. Karena sebagian besar para penganggur adalah para lulusan perguruan tinggi yang tidak siap menghadapi dunia kerja. 
  11. Segera mengembangkan potensi kelautan dan pertanian. Karena Indonesia mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris. Potensi kelautan dan pertanian Indonesia perlu dikelola secara baik dan profesional supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif.

Read More >>

Masyarakat dan konflik

Masyarakat dan Konflik

            Banyak sekali perbedaan yang muncul antara individu dengan individu lainnya yang kita temukan dalam kehidupan bermasyarakat yang pada hakikatnya mempunyai unsur sebab dan akibat didalamnya, seperti pertentang pengambilan suatu keputusan untuk individu maupun kelompok, pertikaian antara individu ataupun kelompok, dan ketidakstabilan pelaksanaan kemasyarakatan. Hal inilah yang biasa kita sebut dengan konflik. Berbagai macam konflik yang terjadi di Indonesia mulai sebelum kemerdekaan Indonesia sampai sekarang ini menggambarkan bahwa sistem sosial yang berkembang di Indonesia erat kaitannya dengan konflik yang di hadapkan kepada pertentangan - pertentangan dari berbagai tokoh ataupun kelompok sosial politik yang ada. Banyaknya perbedaan pendapat antara individu ataupun kelompok dalam segala hal akan cenderung menimbulkan konflik. Bahkan perbedaan tentang dasar falsafah negara pun tidak dapat dihindari. Banyak yang lupa terhadap semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, yang mempunyai arti berbeda – beda tapi tetap satu jua.
Ada dua macam sudut pendekatan yaitu pendekatan struktural fungsional dan pendekatan konflik. Pendekatan struktural fungsional mengangap bahwa masyarakat terintegrasi karena adanya kesepakatan bersama. dan adanya aturan aturan yang di sebut norma norma sosial untuk mengatasi perbedaan pendapat di antara mereka. Norma norma sosial inilah yang membentuk sebuah struktur sosial. Pendekatan struktural fungsional bertujuan untuk mengatur perseorangan secara normatif sehingga menjamin stabilitas sosial. Tetapi para ahli sosiologi beranggapan bahwa pendekatan struktural fungsional bersifat reaksioner dan di anggap kurang mampu menganalisis masalah perubahan kemasyarakatan.
Konsensus dan konflik merupakan dua gejala yang tidak bisa dipisahkan dan saling melekat. Kedua gejala ini harus di integrasikan untuk menganalisis masyarakat indonesia yang majemuk. Struktur masyarakat indonesia ditandai dua ciri. Secara horisontal, adanya kesatuan sosial berdasarkan perbedaan ras, agama, suku, adat. Secara vertikal, adanya perbedaan status sosial yang sangat tajam antara lapisan atas dan lapisan bawah. Struktur sosial masyarakat Indonesia dalam pengertian horizontal disebut juga masyarakat majemuk (plural societies). Disebut majemuk karena masyarakat Indonesia terdiri dari beberapa elemen yang hidup terpisah atau tanpa ada pembauran satu sama lain walaupun berada pada satu kesatuan politik. Keadaan tersebut yang membuat tidak adanya unsur unsur persatuan dalam masyarakat indonesia. Sehingga masyrakat indonesia hanya menjadi pekerja kasar untuk para warga negara asing yang melakukan kegiatan ekonomi di indonesia. Dan hal tersebut yang menggambarkan keadaan masyarakat indonesia pada masa hindia belanda.
Struktur masyarakat Indonesia secara vertikal yaitu adanya perbedaan kekuatan politik dan kekayaan masyarakat Indonesia dan Semakin berkembangnya sektor ekonomi modern, organisasi administrasi nasional. Adanya perbedaan di sektor ekonomi indonesia sangat  mempengaruhi pluralitas masyarakat yang ada di Indonesia. Masyarakat kota yang dominan dengan  penggunaan sektor ekonomi modern dan masyarakt desa yang dominan dengan penggunaan sektor ekonomi tradisional. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat Indonesia masuk kedalam jurang yang memisahkan antara kalangan-kalangan masyarakat yang dianggap mampu dan yang berada dikalangan tidak mampu.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa konflik bersifat mutlak dan tidak bisa dihindari keberadaannya. Sehingga perlu dilakukan pendekatan teoritis untuk mengendalikan atau meminimalisir terjadinya konflik. Pendekatan teoritis sangat di perlukan mengingat masyarakat indonesia adalah masyarakat majemuk sehingga rawan terjadi pententangan atau perbedaan pendapat dalam menentukan kebijakan umum. Melalui pendekatan teoritis diharap dapat mengendalikan konflik yang terjadi di masyarakat yang bersifat majemuk ini.
Dalam buku Sistem Sosial Indonesia karangan Dr. Nasikun mempunyai rangkaian bahasa yang kurang efektif. Dalam struktur kata yang digunakan dalam buku ini terlalu berbelit-belit dan kurang efesien, sehingga seorang pembaca akan merasa bingung dalam memahami isi, maksud, tujuan dari pengarang. Akan lebih baik apabila buku ini menggunakan bahasa yang efektif, efisien dan mudah dimengerti oleh para pembaca, sehingga dapat menimbulkan minat baca untuk seseorang untuk lebih mendalami apa isi, maksud dan tujuan dari pengarang terhadap buku ini.

Read More >>

AKU TIDAK AKAN BISA SUKSES, DENGAN CARA ORANG GAGAL

Projek Pribadi Hari Ini
AKU TIDAK AKAN BISA SUKSES, DENGAN CARA ORANG GAGAL.

Sahabatku yang tidak punya pilihan lain, kecuali menjadi pribadi yang mandiri dan mapan, dengarlah ini …

Sukses tidak tuli, dia bisa mendengar harapan kita.

Sukses tidak buta, karena dia harus mengamati kerja keras kita.

Sukses sudah kaya, yang kekayaannya terbentang mulai dari kesehatan sampai semua kenikmatan hidup.

Sukses telah sangat berpengalaman, mendengar janji kesungguhan yang cepat layu, dan menyaksikan pekerjaan kecil meledak menjadi kekayaan besar yang dibangun dengan KEJUJURAN dan KERJA KERAS.

Sukses memiliki cara-caranya sendiri, yang tidak akan diubahnya, walau kita mengeluh sepanjang hidup, meratap serendah tanah, atau menghujat ketidak-adilan hidup.

Kita tidak bisa memaksa sukses untuk menuruti kemauan kita.

Kita, yang harus patuh kepada SIKAP, CARA, dan JALAN SUKSES.

Maka di pagi yang penuh janji keberhasilan ini, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri …

Tuhanku Yang Maha Sejahtera,

Hari ini, mulai hari ini, bantulah aku untuk tidak memaksa sukses untuk menuruti keinginanku untuk menjadi sejahtera, kaya, dan mapan dengan cara yang tidak disukai oleh sukses.

Bantulah aku untuk tidak menyukai kemalasan, tidak memanjakan penundaan, tidak membiarkan mulutku mengeluarkan kata-kata yang tidak berkelas, dan tidak memasukkan hal-hal yang beracun ke dalam nafas dan darahku.

Tuhan, jadikanlah aku pribadi yang bersih, yang jujur, yang rajin, dan yang penyayang, agar Engkau mengijinkan sukses menjadi sahabat yang menyehatkanku, yang mendamaikanku, dan yang menyejahterakanku.

Tuhan, aku ingin sukses. Tenagailah kesungguhanku untuk hidup dalam cara-cara sukses.

Karena,

Aku tidak akan bisa sukses, dengan cara orang gagal.

Tuhan, sukseskanlah aku.

Aamiin

---------------

Jika Anda terlalu sibuk untuk menuliskan 'Aamiin', mohon Anda 'Like' jika Anda berkenan untuk bergabung bersama para sahabat yang memohon Tuhan menyegerakan jawaban bagi doa kita di pagi ini.

Semoga rezeki kita lebih baik dan lebih besar mulai hari ini ya?

Mario Teguh - Loving you all as always
Read More >>

PERBANDINGAN DAN PENGEMBANGAN TEORI ILMU ADMINISTRASI NEGARA

PERBANDINGAN DAN PENGEMBANGAN TEORI
ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Abstrak

Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan Ilmu Administrasi Negara yang  di awali oleh beberapa teori dan konsep, Administrasi Negara terus berkembang. Administrasi sudah mulai dikenal pada abad ke 15 di athena. Kemudian pada abad ke 19 Administrasi Negara mengalami perkrmbangan yang sangat cepat di negara negara maju di benua Amerika dan Eropa.  Banyak persoalan persoalan yang muncul dalam perkembangan Administrasi. Kemudian mulai muncul paradigma, konsep dan teori yang disampaikan oleh para ahli, salahsatunya muncul 5 paradigma menurut Nicholas Henry.dan Administrasi berkrmbang kemjadi Ilmu Administrasi dan terus berkrmbang hingga saat ini.

This article aims at studying the development of Public Administration starting by some theories and concepts, the Public Administration continues to grow. Administration already becoming known in the 15th century in Athens. Then in the 19th century the Public Administration has developed very rapidly in the developed countries in the Americas and Europe. Many problems that arise in the development problems Administration. Then start up paradigms, concepts and theories presented by experts, salahsatunya appeared five paradigms by Nicholas Henry.dan berkrmbang kemjadi Administration and Administrative Sciences berkrmbang continues to this day.




Key Words: paradigm, public, and theory.






1.      Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Ilmu administrasi Negara berawal dari tuliasan Woodrow Wilson yang berjudul The Study of Administration pada tahun 1887 di Amerika Serikat. Tulisan  ini sempat “ menggegerkan” publik Amerika Serikat dan sejak saat itu berkembang sampai ke seluruh dunia. Pada tahun 1900an, Administrasi Negara berkembang pesat di negara negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Pada saat itu Administrasi Negara tidak begitu muncul atau intens di negara negara berkembang.
Setelah itu, muncul berbagai teori, konsep, dan paradigma tentang Administrasi Negara . banyak bermunculan teori teori kontemporer yang menambahkan teori atau mengkritik teori dalam administrasi negara. Perkembangan ini adalah sesuatu yang wajar mengingat Ilmu Administrasi Negara adalah cabang Ilmu yang baru dan merupakan bagian dari ilmu sosial yang memiliki karakteristik yang dinamis, tidak seperti halnya ilmu-ilmu alam yang cenderung pasif.

1.2  Rumusan Masalah
·         Perbandingan dan pengembangan administrasi negara
·         Masalah teori Administrasi Negara
·         Pengertian teori Administrasi Negara
·         Macam – macam teori Administrasi Negara oleh para ahli
2.      Isi
2.1  Pengertian
Menurut Prajudi Atmodirjo, Administrasi Negara adalh disiplin ilmu social yang secara khas mempelajari “administrasi” sebagai salah satu fenomena masyarakat modern. Dan menurut Modenan Sosromidjojo, Administrasi Negara adalah administrasi yang menyangkut tata usaha aturan aturan mengenai pelaksanaan meliputi 3 bidang urusan yang bersifat umum dan penting yang terdapat di tiap tiap kantor, instansi atau paham yang mengenai urusan umum dan penting yang terdapat di tiap tiap kantor, instansi atau badan yang mengenai urusan keuangan dan kepegawaian.sedangkan William A Newman menyebutkan “administrative action techniques of organization and management”.
Dari berbagai macam pegertian yang disampaikan oleh para ahli, dapat dikemukakan bahwa administrasi Negara adalah: administrasi adalah suatu proses kerja sama, dilaksanakan secara berkelompok dan memiliki tujuan bersama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
2.2  Studi Perbandingan dan Pengembangan
1.      Administrasi Pemerintah Daerah berusaha menganalisis pemerintah daerah sebagai fenomena ad inistrasi, sebagai satu bagian penting dalam kehidupan kenegaraan, di mana sistem administrasi pemerintah daerah amat dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional faktor-faktor lingkungan.
2.      Perbandingan Administrasi Negara sebagai pendatang baru dalam dunia akademik kelahirannya didorong untuk mencapai dua tujuan sekaligus, yakni: untuk memberikan bobot ilmiah bagi administrasi negara, dan untuk membuat agar semua program bantuan teknis berhasil.
3.      Kegiatan-kegiatan dalam rangka studi Organisasi dan Metode meliput tiga hal berikut: penyelidikan organisasi, penyempurnaan metode, dan penelaahan tata ruang.
4.      Usaha pengembangan/pelembagaan organisasi adalah suatu usaha untuk memperbaiki efektivitas dan kesehatan organisasi dengan menggunakan ilmu dan pengetahuan perilaku. Pengembangan/pelembagaan organisasi dipandang sebagai analisis segi kemanusiaan dalam seluruh kehidupan organisasi.
5.      Perkembangan masyarakat yang semakin kompleks mendorong tumbuhnya studi administrasi terhadap bidang-bidang khusus. Tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.

2.3  MASALAH TEORI ADMINISTRASI NEGARA
2.3.1  Pengertian Teori Administrasi Negara
1.      Yang dimaksudkan dengan teori administrasi negara adalah serangkaian usaha untuk melakukan konseptualisasi mengenai apakah yang dimaksudkan dengan administrasi negara, bagaimana caranya memperbaiki hal-hal yang dikerjakan oleh administrasi negara, bagaimana menentukan apa yang harus dikerjakan oleh administrator publik, mengapa orang berperilaku tertentu dalam suatu situasi administrasi, dan dengan cara apakah aparatur pemerintah disusun dan dikoordinasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
2.      Salah satu alasan utama mengapa orang mempersoalkan status keilmuan administrasi negara, adalah karena administrasi negara tidak mempunyai inti-teoritis. Banyak teori dalam administrasi negara, tetapi tidak ada teori dari administrasi negara.
3.      Para praktisi menggunakan teori administrasi dalam kerangka untuk memberikan rasionale (alasan) dari kegiatan praktis mereka dan untuk membenarkan praktek administrasinya.
4.      Administrasi negara baru saja, secara sistematik, mengembangkan teori-teorinya. Arti pentingnya teori administrasi negara terlihat dari kegunaannya untuk meramalkan dan menerangkan gejala administrasi.
2.3.2  Jenis-jenis Teori Administrasi Negara
1.      Ada berbagai macam teori administrasi negara yang dikemukakan oleh para ahli. Misalnya yang diajukan oleh:
a) William L Morrow, yang menyebutkan teori administrasi negara terdiri dari:
1.      teori deskriptif
2.      teori preskriptif
3.      teori normatif
4.      teori asumtif
5.      teori instrumental

b) Stephen P. Robbins, yang mengajukan lima teori administrasi, sebagai berikut:
6.      teori hubungan manusia
7.      teori pengambilan keputusan
8.      teori perilaku
9.      teori sistem
10.  teori kontingensi


c) Stephen K. Bailey, mengajukan empat teori administrasi negara, sebagai berikut:
11.  teori deskriptif
12.  teori normatif
13.  teori asumtif
14.  teori instrumental
2.      Empat kategori teori administrasi negara yang dikemukakan oleh Bailey, diangkat dari upaya-upaya yang telah dilakukan untuk memperbaiki proses pemerintahan. Setiap kategori teori tersebut mempunyai pusat perhatian yang berbeda satu sama lain. Teori deskriptif berkaitan dengan soal “apa” dan “mengapa”; teori normatif berkenaan dengan soal “apa yang seharusnya” dan “apa yang baik”; teori asumtif berhubungan dengan soal “pre-kondisi” dan “kemungkinan-kemungkinan”; sedangkan teori instrumental berkenaan dengan soal “bagaimana”dan “kapan”.

3.      Penutup

3.1  Kesimpulan
Konsep dan teori Administrasi berkembang dengan sangat pesat. . Dari segi keilmuwan, wacana keilmuwan administrasi negara di beberapa negara maju dan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat pula. Namun, kita masih banyak memakai teori-teori dari luar untuk membentuk teori. Salah satu teori administrasi negara yang menjadi mainstream adalah teori kebijakan publik.
Ada beberapa paradigma yang muncul antara lain paradigma yang dikemukakan oleh Nicholas Henry dan Denhardt. Banyak pula teori teori dan konsep konsep yang bermunculan melalui perguruan tinggi perguruan tinggi di berbagai negara terutama yang mengadakan study Administrasi negara. Hal tersebut yang membuat perkembangan Administrasi Negara begitu pesat.
Sampai sekarang, perkembangan administrasi negara masih berjalan, terutama di indonesia. Banyak para ahli yang memunculkan teori teori dan konsep konsep baru dalam bidang ilmu Administrasi Negara sehingga Ilmu ini dapat diterapkan pada instansi instansi pemerintahan maupun swasta. dan Ilmu Administrasi Negara akan terus berkemnang mengikuti perubahan zaman.

4.     
Read More >>