Tampilkan postingan dengan label Administrasi Negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Administrasi Negara. Tampilkan semua postingan

Pengertian Administrasi Negara



Pengertian Administrasi Negara


Jurusan Ilmu Administrasi Negara menjadi salah satu jurusan yang menjadi tempat kesasarnya para mahasiswa. Ya, teman-teman saya sejurusan banyak yang mengaku nyasar masuk Jurusan Ilmu Administrasi Negara. Kenapa bisa begitu? Umumnya kita akan melihat jurusan dari namanya, begitu pula dengan Jurusan Ilmu Administrasi Negara (JIAN). Kebanyakan dari kita melihat JIAN dengan menitik beratkan pada kata “administrasi”. Tidak salah memang, karena “administrasi” adalah kata intinya.
Namun kesalahan yang sering kita lakukan adalah mengartikan kata “administrasi” dalam JIAN dengan hal-hal yang berbau kantor, pembukuan, atau tata usaha. Tidak ada salahnya memang, karena perkataan administrasi yang lazim dikenal dan dipakai oleh sebagian besar orang Indonesia dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk menunjukan pekerjaan tulis menulis (clerical work) dikantor-kantor. Namun pengertian ini sangatlah sempit dan bukan yang dimaksudkan “administrasi” di dalam JIAN. Pengertian sempit di atas diambil dari makna administrasi bahasa Belanda (administrtatie) yang lebih menekankan pada kegiatan tulis menulis. Maklum saja, karena kita lebih lama hidup dalam penguasaan Belanda jadi makna administrasi yang sempit itu masih pergunakan pada umumnya.
Lalu makna kata “administrasi” dalam JIAN itu sendiri apa? Nah kata “administrasi” dalam JIAN itu sendiri diambil dari negeri paman Sam sana, administration. Chandler & Plano dalam Bukunya The Public Administration Dictionary mengatakan bahwa administrasi adalah proses bagaimana kebijakan itu di implementasikan. Administrasi publik berfokus pada penegakan hukum, proses pembuatan akan menerapkan peraturan dan regulasi. Menyelenggarakan kebijakan publik. Tujuan Administrasi Publik adalah non profit yang ditujukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat, yang berbeda dengan Administrasi Private (swasta) yang bertujuan untuk profit.
Administrasi Publik terkait dengan lembaga-lembaga Negara sebagai pelaksana fungsi eksekutif, legislative dan yudikatif dalam penyelenggaraan kepentingan publik. (Administrasi dalam arti luas). Komponen utama Administrasi Publik: organisasi, personalia dan keuangan yang bertujuan dalam pemecahan masalah dalam ketiga masalah tersebut. (Adm.dalam arti sempit).
Loci & Foci-nya ialah:
Loci
  • Pegawai Negeri
  • Organisasi Publik
  • Elemen-elemen governance
  • Masyarakat (klien, komunitas, warga negara)
Foci
  • Perilaku Organisasi
  • Struktur dan proses organisasi
  • Manajemen
  • Pengembangan good governance
  • Sistem Pelayanan Publik
  • Proses Kebijakan Publik
Jadi makna “administrasi” disini lebih mengarah pada kebijakan, pemerintahan, dan negara. Bukan mengarah pada catat mencatat, kantor ataupun tata usaha. Oleh karena itu di Amerika dan negara-negara barat lainnya, makna administrasi sendiri sudah cukup menjelaskan bahwa ada konotasinya dengan negara atau publik, sehingga tidak lazim digunakan kata negara (state) untuk disandingkan dengan kata administrasi. Misalnya administrative atau administratief saja, kita sering mendengar istilahObama Administration (pemerintahan Presiden Obama). Sedangkan di Indonesia, karena pemahaman yang tercermin dimasyarakat masih berkutat pada makana perkantoran, tulis menulis, tata usaha, dan lain-lain, maka kata negara dibutuhkan untuk menjelaskan bahwa administrasi yang dimaksud mengarah ke kata kunci tersebut (negara).
Read More >>

AKU TIDAK AKAN BISA SUKSES, DENGAN CARA ORANG GAGAL

Projek Pribadi Hari Ini
AKU TIDAK AKAN BISA SUKSES, DENGAN CARA ORANG GAGAL.

Sahabatku yang tidak punya pilihan lain, kecuali menjadi pribadi yang mandiri dan mapan, dengarlah ini …

Sukses tidak tuli, dia bisa mendengar harapan kita.

Sukses tidak buta, karena dia harus mengamati kerja keras kita.

Sukses sudah kaya, yang kekayaannya terbentang mulai dari kesehatan sampai semua kenikmatan hidup.

Sukses telah sangat berpengalaman, mendengar janji kesungguhan yang cepat layu, dan menyaksikan pekerjaan kecil meledak menjadi kekayaan besar yang dibangun dengan KEJUJURAN dan KERJA KERAS.

Sukses memiliki cara-caranya sendiri, yang tidak akan diubahnya, walau kita mengeluh sepanjang hidup, meratap serendah tanah, atau menghujat ketidak-adilan hidup.

Kita tidak bisa memaksa sukses untuk menuruti kemauan kita.

Kita, yang harus patuh kepada SIKAP, CARA, dan JALAN SUKSES.

Maka di pagi yang penuh janji keberhasilan ini, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri …

Tuhanku Yang Maha Sejahtera,

Hari ini, mulai hari ini, bantulah aku untuk tidak memaksa sukses untuk menuruti keinginanku untuk menjadi sejahtera, kaya, dan mapan dengan cara yang tidak disukai oleh sukses.

Bantulah aku untuk tidak menyukai kemalasan, tidak memanjakan penundaan, tidak membiarkan mulutku mengeluarkan kata-kata yang tidak berkelas, dan tidak memasukkan hal-hal yang beracun ke dalam nafas dan darahku.

Tuhan, jadikanlah aku pribadi yang bersih, yang jujur, yang rajin, dan yang penyayang, agar Engkau mengijinkan sukses menjadi sahabat yang menyehatkanku, yang mendamaikanku, dan yang menyejahterakanku.

Tuhan, aku ingin sukses. Tenagailah kesungguhanku untuk hidup dalam cara-cara sukses.

Karena,

Aku tidak akan bisa sukses, dengan cara orang gagal.

Tuhan, sukseskanlah aku.

Aamiin

---------------

Jika Anda terlalu sibuk untuk menuliskan 'Aamiin', mohon Anda 'Like' jika Anda berkenan untuk bergabung bersama para sahabat yang memohon Tuhan menyegerakan jawaban bagi doa kita di pagi ini.

Semoga rezeki kita lebih baik dan lebih besar mulai hari ini ya?

Mario Teguh - Loving you all as always
Read More >>

PERBANDINGAN DAN PENGEMBANGAN TEORI ILMU ADMINISTRASI NEGARA

PERBANDINGAN DAN PENGEMBANGAN TEORI
ILMU ADMINISTRASI NEGARA

Abstrak

Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan Ilmu Administrasi Negara yang  di awali oleh beberapa teori dan konsep, Administrasi Negara terus berkembang. Administrasi sudah mulai dikenal pada abad ke 15 di athena. Kemudian pada abad ke 19 Administrasi Negara mengalami perkrmbangan yang sangat cepat di negara negara maju di benua Amerika dan Eropa.  Banyak persoalan persoalan yang muncul dalam perkembangan Administrasi. Kemudian mulai muncul paradigma, konsep dan teori yang disampaikan oleh para ahli, salahsatunya muncul 5 paradigma menurut Nicholas Henry.dan Administrasi berkrmbang kemjadi Ilmu Administrasi dan terus berkrmbang hingga saat ini.

This article aims at studying the development of Public Administration starting by some theories and concepts, the Public Administration continues to grow. Administration already becoming known in the 15th century in Athens. Then in the 19th century the Public Administration has developed very rapidly in the developed countries in the Americas and Europe. Many problems that arise in the development problems Administration. Then start up paradigms, concepts and theories presented by experts, salahsatunya appeared five paradigms by Nicholas Henry.dan berkrmbang kemjadi Administration and Administrative Sciences berkrmbang continues to this day.




Key Words: paradigm, public, and theory.






1.      Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Ilmu administrasi Negara berawal dari tuliasan Woodrow Wilson yang berjudul The Study of Administration pada tahun 1887 di Amerika Serikat. Tulisan  ini sempat “ menggegerkan” publik Amerika Serikat dan sejak saat itu berkembang sampai ke seluruh dunia. Pada tahun 1900an, Administrasi Negara berkembang pesat di negara negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Pada saat itu Administrasi Negara tidak begitu muncul atau intens di negara negara berkembang.
Setelah itu, muncul berbagai teori, konsep, dan paradigma tentang Administrasi Negara . banyak bermunculan teori teori kontemporer yang menambahkan teori atau mengkritik teori dalam administrasi negara. Perkembangan ini adalah sesuatu yang wajar mengingat Ilmu Administrasi Negara adalah cabang Ilmu yang baru dan merupakan bagian dari ilmu sosial yang memiliki karakteristik yang dinamis, tidak seperti halnya ilmu-ilmu alam yang cenderung pasif.

1.2  Rumusan Masalah
·         Perbandingan dan pengembangan administrasi negara
·         Masalah teori Administrasi Negara
·         Pengertian teori Administrasi Negara
·         Macam – macam teori Administrasi Negara oleh para ahli
2.      Isi
2.1  Pengertian
Menurut Prajudi Atmodirjo, Administrasi Negara adalh disiplin ilmu social yang secara khas mempelajari “administrasi” sebagai salah satu fenomena masyarakat modern. Dan menurut Modenan Sosromidjojo, Administrasi Negara adalah administrasi yang menyangkut tata usaha aturan aturan mengenai pelaksanaan meliputi 3 bidang urusan yang bersifat umum dan penting yang terdapat di tiap tiap kantor, instansi atau paham yang mengenai urusan umum dan penting yang terdapat di tiap tiap kantor, instansi atau badan yang mengenai urusan keuangan dan kepegawaian.sedangkan William A Newman menyebutkan “administrative action techniques of organization and management”.
Dari berbagai macam pegertian yang disampaikan oleh para ahli, dapat dikemukakan bahwa administrasi Negara adalah: administrasi adalah suatu proses kerja sama, dilaksanakan secara berkelompok dan memiliki tujuan bersama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
2.2  Studi Perbandingan dan Pengembangan
1.      Administrasi Pemerintah Daerah berusaha menganalisis pemerintah daerah sebagai fenomena ad inistrasi, sebagai satu bagian penting dalam kehidupan kenegaraan, di mana sistem administrasi pemerintah daerah amat dipengaruhi oleh faktor-faktor situasional faktor-faktor lingkungan.
2.      Perbandingan Administrasi Negara sebagai pendatang baru dalam dunia akademik kelahirannya didorong untuk mencapai dua tujuan sekaligus, yakni: untuk memberikan bobot ilmiah bagi administrasi negara, dan untuk membuat agar semua program bantuan teknis berhasil.
3.      Kegiatan-kegiatan dalam rangka studi Organisasi dan Metode meliput tiga hal berikut: penyelidikan organisasi, penyempurnaan metode, dan penelaahan tata ruang.
4.      Usaha pengembangan/pelembagaan organisasi adalah suatu usaha untuk memperbaiki efektivitas dan kesehatan organisasi dengan menggunakan ilmu dan pengetahuan perilaku. Pengembangan/pelembagaan organisasi dipandang sebagai analisis segi kemanusiaan dalam seluruh kehidupan organisasi.
5.      Perkembangan masyarakat yang semakin kompleks mendorong tumbuhnya studi administrasi terhadap bidang-bidang khusus. Tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.

2.3  MASALAH TEORI ADMINISTRASI NEGARA
2.3.1  Pengertian Teori Administrasi Negara
1.      Yang dimaksudkan dengan teori administrasi negara adalah serangkaian usaha untuk melakukan konseptualisasi mengenai apakah yang dimaksudkan dengan administrasi negara, bagaimana caranya memperbaiki hal-hal yang dikerjakan oleh administrasi negara, bagaimana menentukan apa yang harus dikerjakan oleh administrator publik, mengapa orang berperilaku tertentu dalam suatu situasi administrasi, dan dengan cara apakah aparatur pemerintah disusun dan dikoordinasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
2.      Salah satu alasan utama mengapa orang mempersoalkan status keilmuan administrasi negara, adalah karena administrasi negara tidak mempunyai inti-teoritis. Banyak teori dalam administrasi negara, tetapi tidak ada teori dari administrasi negara.
3.      Para praktisi menggunakan teori administrasi dalam kerangka untuk memberikan rasionale (alasan) dari kegiatan praktis mereka dan untuk membenarkan praktek administrasinya.
4.      Administrasi negara baru saja, secara sistematik, mengembangkan teori-teorinya. Arti pentingnya teori administrasi negara terlihat dari kegunaannya untuk meramalkan dan menerangkan gejala administrasi.
2.3.2  Jenis-jenis Teori Administrasi Negara
1.      Ada berbagai macam teori administrasi negara yang dikemukakan oleh para ahli. Misalnya yang diajukan oleh:
a) William L Morrow, yang menyebutkan teori administrasi negara terdiri dari:
1.      teori deskriptif
2.      teori preskriptif
3.      teori normatif
4.      teori asumtif
5.      teori instrumental

b) Stephen P. Robbins, yang mengajukan lima teori administrasi, sebagai berikut:
6.      teori hubungan manusia
7.      teori pengambilan keputusan
8.      teori perilaku
9.      teori sistem
10.  teori kontingensi


c) Stephen K. Bailey, mengajukan empat teori administrasi negara, sebagai berikut:
11.  teori deskriptif
12.  teori normatif
13.  teori asumtif
14.  teori instrumental
2.      Empat kategori teori administrasi negara yang dikemukakan oleh Bailey, diangkat dari upaya-upaya yang telah dilakukan untuk memperbaiki proses pemerintahan. Setiap kategori teori tersebut mempunyai pusat perhatian yang berbeda satu sama lain. Teori deskriptif berkaitan dengan soal “apa” dan “mengapa”; teori normatif berkenaan dengan soal “apa yang seharusnya” dan “apa yang baik”; teori asumtif berhubungan dengan soal “pre-kondisi” dan “kemungkinan-kemungkinan”; sedangkan teori instrumental berkenaan dengan soal “bagaimana”dan “kapan”.

3.      Penutup

3.1  Kesimpulan
Konsep dan teori Administrasi berkembang dengan sangat pesat. . Dari segi keilmuwan, wacana keilmuwan administrasi negara di beberapa negara maju dan di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat pula. Namun, kita masih banyak memakai teori-teori dari luar untuk membentuk teori. Salah satu teori administrasi negara yang menjadi mainstream adalah teori kebijakan publik.
Ada beberapa paradigma yang muncul antara lain paradigma yang dikemukakan oleh Nicholas Henry dan Denhardt. Banyak pula teori teori dan konsep konsep yang bermunculan melalui perguruan tinggi perguruan tinggi di berbagai negara terutama yang mengadakan study Administrasi negara. Hal tersebut yang membuat perkembangan Administrasi Negara begitu pesat.
Sampai sekarang, perkembangan administrasi negara masih berjalan, terutama di indonesia. Banyak para ahli yang memunculkan teori teori dan konsep konsep baru dalam bidang ilmu Administrasi Negara sehingga Ilmu ini dapat diterapkan pada instansi instansi pemerintahan maupun swasta. dan Ilmu Administrasi Negara akan terus berkemnang mengikuti perubahan zaman.

4.     
Read More >>

Paradigma Administrasi Negara


Paradigma Administrasi Negara

Pengertian Administrasi Negara

Banyak cendikiawan kurang memahami terminologi, makna dan kegunaan administrasi publik yang sebenarnya. Istilah tersebut sering dipahami sebagai kegiatan ketik-mengetik, ketatausahaan. Hal yang demikian dapat mengurangi kepercayaan terhadap disiplin tersebut. Kesalahan persepsi yang berkembang di masyarakat ini harus diluruskan melalui upaya sosialisasi secara luas.
Dalam kenyataan terdapat variasi persepsi tentang administrasi publik. McCurdy (1986) dalam survey literaturnya mengemukakan bahwa administrasi publik dapat dilihat sebagai suatu proses politik, yaitu sebagai salah satu metode memerintah suatu negara dan dapat juga dianggap sebagai cara yang prinsip untuk melakukan berbagai fungsi negara. Dengan kata lain administrasi publik bukan hanya sekedar persoalan administratif tetapi juga persoalan politik.
Variasi makna administrasi publik dapat dilihat juga dari persepsi orang tentang kata “administrasi publik” itu sendiri. Ada yang mempersepsikan administrasi publik sebagai administrasi of publik, administrasi for publik, administrasi by publik.

Administrasi of publik menunjukkan bagaimana pemerintah berperan sebagai agen tunggal yang berkuasa yang selalu aktif dan berinisiatif untuk mengatur atau mengambil langkah dan prakarsa, yang menurut meraka penting bagi masyarakat. Masyarakat diperlakukan sebagai pihak yang pasif, kurang mampu, dan harus tunduk dan menerima apa saja yang dilakukan pemerintah.

Administrasi for publik dipersepsikan lebih maju dari yang diatas, yaitu pemerintah berperan dalam mengemban misi pemberian pelayanan terhadap publik (service provider). Disini pemerintah sudah lebih responsive atau lebih tanggap apa yang dibutuhkan masyarakat dan mencari cara pemberian pelayanan terbaik untuk publik. Meskipun kebutuhan publik merupakan sasaran utama kegiatan pemerintah, namun seringkali pemerintah tidak berupaya menolong publik dan besar kemungkinan memperdaya publik.

Administrasi by publik membawa suatu makna yang sangat perorientasi kepada pemberdayaan masyarakat, lebih megutamakan kemandirian dan kemampuan masyarakat. Dalam hal ini, kegiatan lebih mengarah kepada “empowerment” yaitu pemerintah berusaha menfasilitasi masyarakat agar mampu mengatur hidupnya tanpa harus bergantung terus-menerus kepada pemerintah.
Pengertian administrasi negara menurut para ahli:
1.     Menurut Chandler dan Plano, administrasi negara adalah proses dimana sumber daya dan personel publik diorganisir dan dikoordinasikan untuk memformulasikan, mengimplementasikan, dan mengelola keputusan-keputusan dalam kebijakan publik.
2.     Menurut Nigro, administrasi negara adalah usaha kerjasama kelompok dalam suatu lingkungan publik, yang mencakup ketiga cabang yaitu judikatif, legislatif dan eksekutif, mempunyai suatu peran penting dalam memformulasikan kebijakan publik sehingga menjadi bagian dari proses politik.
3.     Menurut Shafritz dan Russel, administrasi negara adalah memberikan beberapa definisi berdasarkan empat kategori yaitu :
  • Politik
Administrasi publik sebagai apa yang dikerjakan pemerintah baik langsung maupun tidak langsung, sebagai suatu tahapan siklus pembuatan kebijakan publik, implementasi kepentingan publik, dan sebagai kegiatan yang dilakukan secara kolektif karena tidak dapat dikerjakan secara individu.
  • Legal/Hukum
Administrasi publik sebagai penerapan hukum, sebagai regulasi, sebagai pemberian sesuatu dari penguasa kepada rakyatnya.
  • Manajerial
Administrasi publik adalah fungsi eksekutif dalam pemerintahan, sebagai bentuk spesialisasi dalam manajemen.
  • Matapencaharian
Administrasi publik sebagai suatu bentuk profesi mulai dari tukang sapu sampai ahli sesuatu di sektor publik dimana semua mereka mereka tidak sadar bahwa mereka adalah administrasi publik.

Ruang Lingkup Administrasi Publik
Harus diakui bahwa cakupan atau ruang lingkup administrasi publik sangat kompleks tergantung dari perkembangan kebutuhan atau dinamika masalah yang dihadapi masyarakat. Salah satu cara untuk melihat cakupan atau ruang lingkup praktis administrasi publik dari suatu negara adalah dengan mengamati jenis-jenis lembaga-lembaga departemen dan non departemen yang ada. Menurut Chandler dan Plano (1988:3) bahwa apabila kehidupan menjadi semakin kompleks permasalahan maka apa yang dikerjakan oleh pemerintah atau administrasi publik juga semakin kompleks.
Buku yang ditulis oleh Nicholas Henry (1995) memberikan beberapa ruang lingkup yang dapat dilihat dari topik-topik yang dibahas (selain perkembangan ilmu administrasi publik itu sendiri) antara lain:
1.     Organisasi Publik, yang pada prinsipnya berkenaan dengan model-model organisasi dan perilaku birokrasi.
2.     Manajemen Publik, yaitu berkenaan dengan sistem dan ilmu manajemen, evaluasi program dan produktivitas, anggaran publik dan manajemen sumberdaya manusia.
3.     Implementasi yaitu menyangkut pendekatan terhadap kebijakan publik dan implementasinya, privatisasi, administrasi antar pemerintah dan etika birokrasi.
Kemudian menurut Yeremias T. Keban (2004:11) ruang lingkup suatu administrasi publik meliputi dimensi-dimensi strategis yaitu:
1.     Dimensi Kebijakan, menyangkut proses pembuatan keputusan untuk penentuan tujuan dan cara atau alternatif terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
2.     Dimensi Organisasi, berkenaan dengan pengaturan struktur dan hirarki yang meliputi pembentukan unit, pembagian tugas antar unit (lembaga-lembaga publik), penetapan prosedur, aturan dan standar untuk mencapai tujuan organisasi.
3.     Dimensi Manajemen, menyangkut proses bagaimana kegiatan-kegiatan yang telah dirancang dapat diimplementasikan untuk mencapai tujuan organisasi melalui prinsip-prinsip tertentu.
4.     Dimensi Etika dan Moral, memberikan tuntunan moral terhadap administrator tentang apa yang salah      dan apa yang benar, atau apa yang baik atau apa yang buruk.
5.     Dimensi Lingkungan, diibaratkan dengan suhu atau  iklim serta karakteristik lokasi dimana tubuh manusia bertumbuh dan berkembang, manakala iklum atau suhu serta lokasi kurang cocok atau bersifat mengancam tubuh manusia maka tubuh tersebut akan sakit atau terhambat untuk berkembang.
6.     Dimensi Akuntabilitas Kinerja, merupakan dimensi yang menggambarkan dunia administrator yang telah dipercayakan sebagai pihak yang profesional dan bermoral itu dituntut untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan dan keputusannya kepada pihak yang seharusnya mereka layani dalam bentuk kinerja.

Pergeseran Paradigma Dalam Administrasi Publik
Perkembangan suatu disiplin ilmu dapat ditelusuri degan perubahan paradigma. Paradigma merupakan cara pandang, nilai-nilai, metode-metode, prinsip dasar, atau cara memecahkan suatu masalah yang dianut oleh suatu masyarakat ilmiah pada suatu masa tertentu. Dalam perkembangan administrasi publik, pernah terjadi perubahan paradigma beberapa kali sebagaimana diungkapan oleh Nicholas Henry. Dia mengungkapkan bahwa, suatu disiplin ilmu seperti yang dikemukakan oleh Robert T.Golembiewski mencakup fokus dan locus. Fokus merupakan metode dasar dalam pemecahan masalah, sedangkan locus merupakan tempat metode yang digunakan. Berdasarkan itu, Henry mengungkapkan telah terjadi lima paradigma dalam administrasi negara yaitu:
  • Paradigma 1 (1900-1926)
Dilenal dengan paradigma dikotomi antara politik dan administrasi negara. Tokoh-tokohnya adalah Frank J. Goodnow dan Leonard D. White. Goodnow mengungkapkan bahwa politik harus memusatkan perhatian terhadap kebijakan dari kehendak rakyat. Pemisah administrasi dan politik dimanifestasikan oleh pemisah antara badan legislatife yang bertugas mengekspresikan kehendak rakyat, badan eksekutif yang mengimplementasikan kehendak rakyat, judikatif membantu legislatife menentukan tujuan dan merumuskan kebijakan. Paradigma ini hanya ditemukan aspek locus saja, tetapi fokus kurang jelas.
  • Paradigma 2 (1927-1937)
Disebut paradigma prinsip-prinsip administrasi. Tokoh-tokohnya adalah Willoughby, Gulick dan Urwick. Mereka memperkenalkan prinsip-prinsip administrasi sebagai fokus administrasi publik. Prinsip-prinsip tersebut terdiri dari Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan Budgeting atau disingkat dengan POSDCRB. Menurut mereka prinsip ini berlaku dimana saja atau bersifat universal. Jadi paradigma ini fokus lebih ditekankan dari pada locus.
  • Paradigma 3 (1950-1970)
Adalah administrasi negara sebagai ilmu politik. Disini terjadi pertentangan antara anggapan mengenai “Value-Free Administasi” disatu pihak dengan anggapan akan “Value-Laden Politics” dilain pihak. Dalam prakteknya yang kedua yang berlaku, karena itu John Gaus mengatakan teori administrasi publik juga teori politik. Dimana locusnya adalah birokrasi pemerintah, fokusnya kabur karena administrasi negara banyak kelemahan.
  • Paradigma 4 (1956-1970)
Adalah administrasi publik sebagai ilmu administrasi. Dalam paradigma ini prinsip-prinsip management yang pernah popular dikembangkan secara ilmiah dan mendalam. Fokusnya adalah perilaku organisai, analisis manajemen, dsb. Semua fokus tidak hanya ditempatkan dalam bisnis tapi juga dalam administrasi publik, karena itu locusnya kuran jelas.
  • Paradigma 5 (1970 sampai sekarang)
Disebut administrasi publik sebagai administrasi publik. Paradigma ini sudah memiliki fokus dan locus yang jelas. Fokusnya adalah teori organisasi, teori manajement dan kebijakan publik. Locunya adalah masalah-masalah dan kepentingan publik.


Read More >>